Seleksi Frontliner BNI Sampai Diterima!


Bank Negara Indonesia atau disingkat BNI merupakan BUMN yang bergerak di bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya. Kiprah BNI sebagai bank pertama milik pemerintah RI sudah sangat panjang dalam perekonomian nasional di segala situasi. Bank yang berdiri sejak 5 Juli 1946 ini malah pernah dijadikan sebagai bank sirkulasi penyalur Oeang Republik Indonesia (ORI) yang secara tidak langsung berperan layaknya bank sentral. Hari ini BNI telah berekspansi menjadi konglomerasi keuangan nasional. BNI sukses mendirikan kantor cabang di enam negara. Memiliki banyak anak perusahaan di bidang asuransi, sekuritas, manajemen investasi, pembiayaan, dan bank syariah.

Berkarir di BNI merupakan impian sebagian besar freshgraduate dari kampus saya di Kendari, Sulawesi Tenggara. Mendaftar bersama ribuan orang, mengantri menunggu giliran interview sudah merupakan hal yang wajar untuk mendapatkan pekerjaan impian. Baiklah, di BNI ada beberapa jalur rekrutmen yang dapat kalian ikuti. Umumnya ini merupakan jalur untuk menjadi pegawai tetap. Namun, mulai beberapa tahun terakhir BNI mulai merekrut pegawai khususnya frontliner dengan kerjasama kontrak tanpa menyinggung terangkatnya sebagai pegawai tetap.

Jadi, di BNI punya jalur Officer Development Program (ODP). Program ini kurang lebih berdurasi selama satu tahun. Diisi dengan pendidikan, training, evaluasi lapangan, dan lain-lain. Jika kamu masuk ODP, bersiaplah menjadi Relationship Manager (RM) atau selevelnya. Gaji dan tunjangan tentu lebih besar dibanding ADP. Begitu juga pada grade dan jabatan. Jalur kedua adalah Assistant Development Porgram (ADP). Inilah jalur yang saya ikuti di BNI. Programnya kurang lebih dua tahun termasuk pendidikan. Sama seperti ODP, kamu akan dapat pendidikan in class, training, evaluasi lapangan, dan lain-lain. Untuk menjadi pegawai tetap ADP, kamu butuh dua tahun pengalaman sebagai pegawai kontrak. Bedanya lagi dengan ODP, ADP akan bekerja sebagai frontliner dimulai dari jenjang teller ataupun asisten operasional lainnya. Gaji dan tunjangan tentu lebih rendah dibanding ODP. Sama halnya dengan grade dan jabatan. Terakhir, ada yang disebut Pro Hire. Mereka adalah mantan pegawai perusahaan lain yang secara kapabilitas diperlukan BNI. Biasanya, mereka yang direkrut Pro Hire memiliki jenjang jabatan yang sudah tinggi. Sebut saja Vice President, Senior Vice President, General Manager dan lain-lain. Sederhananya BNI mengimpor pegawai dari perusahaan lain. Sementara ODP dan ADP adalah kaderisasi pegawai di tingkat awal yang mayoritas berasal sebagai freshgraduate.
 
Baiklah. Ini rincian seleksi ADP BNI berdasarkan pengalaman pribadi saya pada tahun 2014 di Kendari :

1.     Seleksi Administrasi
Kalian diwajibkan membuat surat lamaran dan CV sekaligus menyetorkan beberapa berkas seperti fotokopi ijazah dan transkrip legalisir, fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan pas foto. Ukurannya kalau tidak salah ada 4x6, 3x4 dan ukuran kartu pos yang menampilkan seluruh badan. Biasanya SKCK juga diminta. Oh ya, pastikan tinggi dan berat badan kalian ideal seperti syarat yang ditentukan ya. Penampilan menarik juga diwajibkan di BNI. Maklum, frontliner adalah punggawa terdepan BNI di mata nasabah. Kepercayaan nasabah dimulai dari cara frontliner berpenampilan menarik dan etika yang baik.
Tips : Bacalah dengan cermat setiap persyaratan dan berkas yang diminta. Lengkapi dengan rapi. Berjalanlah dengan percaya diri.

2.       Initial Interview
Rentang waktu antara seleksi administrasi dan initial interview kurang lebih selama dua minggu. Kalian umumnya akan ditelepon kantor cabang BNI untuk datang pada waktu yang ditentukan. Pada tahap ini yang mewawancara kalian umumnya pegawai SDM dan seorang wakil pemimpin cabang. Mereka juga akan mengukur tinggi dan berat badan kalian. Pastikan ideal ya. Pertanyaannya berupa asal usul kalian, pengalaman kerja jika ada, pendidikan, dan lain sebagainya.
Tips : Pelajari dan serap informasi CV kalian dan wawasan tentang BNI (melalui website resmi). Jangan gugup. Tetaplah rileks. Berikan salam sewaktu masuk dan keluar ruangan. Berikan versi terbaik dari diri kalian. 

3.       Tes Potensi Akademik (TPA) dan Wawancara Psikolog
Kurang lebih seminggu setelah initial interview, seleksi TPA dilaksanakan. Kalau kalian pernah mengikuti TPA Bappenas, format soalnya kurang lebih sama. Jangan lupa ada juga tes koran dan tes menggambar. Wawancara dengan psikolog dilakukan seusai TPA. Saat itu saya dapat psikolog seorang pria asal Universitas Negeri Makassar. Ia bertanya tentang asal usul keluarga, motivasi kerja di BNI, dan tanggapan apabila terjadi masalah di lingkungan kerja, dan lain lain.
Tips : Pelajari dan latihan lah sebanyak mungkin dari buku buku TPA Bappenas atau buku rujukan yang baik. Simulasikan dengan waktu TPA. Mengerjakan TPA bukan hanya tentang jawaban benar semata. Manajemen waktu kalian haruslah tepat. Jangan panic saat tidak bisa menjawab beberapa soal, Alihkan fokus dan pikiran kalian seoptimal mungkin. Untuk wawancara psikolog, tetaplah santai dan tenang. Jangan lupa etika permisi, izin duduk dan menyampaikan terima kasih kepada psikolog. Jika diberi kesempatan bertanya, bertanyalah yang wajar soal feedback atas wawancara kalian dan mintalah saran untuk perbaikan ke depan.

4.       Medical Check Up (MCU)
Dari ribuan peserta yang ikut seleksi administrasi, tersisa kurang lebih 21 orang yang lulus sampai tahap MCU. Saya dan yang lain ditelpon dan diminta untuk hadir di Klinik Maxima Kendari untuk melakukan MCU. Diinfokan juga, 12 jam sebelum MCU kalian harus berpuasa makan. Minum tetap boleh. MCU diawali dengan pengambilan sampel darah kalian. Kemudian diminta untuk makan yang telah disediakan pihak klinik. Waktu itu kita dikasih nasi kuning ayam. MCU nya terdiri dari pemeriksaan denyut nadi, jantung, tes urin, buta warna, rontgen, dan lain lain. Pastikan sebelumnya kalian sudah hidup sehat ya. Antara TPA dan MCU kurang lebih sekitar dua minggu.
Tips : Hindari merokok dan minuman keras kalau kalian memang penggunanya. Perbanyak konsumsi makanan sehat bergizi, minum air minimal 8 gelas sehari, minum air kelapa. Pastikan tidak ada penyakit bawaan kalian yang mengakibatkan kalian gugur dalam seleksi ini. MCU sangat ketat untuk memastikan kondisi kesehatan kalian layak sebagai pegawai BNI.

5.       Tes Bahasa Inggris
Entah kenapa dari semua seleksi, hanya tes bahasa inggris dilakukan di Kantor Wilayah Makassar. Saat itu ada puluhan orang dari beberapa cabang BNI se Wilayah Makassar yang ikut serta. Format soalnya adalah TOEIC. Tesnya kurang lebih 3 jam. Sampai bekerja secara resmi di BNI saya tidak pernah tahu hasil skor TOEIC ini. Namun, sewaktu memindahkan berkas pegawai rupanya skor saya urutan pertama dari semua peserta seleksi se Wilayah Makassar. Alhamdulillah haha.
Tips : Pelajari latihan dan pembahasan soal-soal TOEIC. Investasikan sedikit uang jajan kalian untuk membeli bukunya. Perbanyak simulasi soal-soal. Pada saat tes, tetaplah rileks dan santai mengerjakan soal. Siapkan peralatan tes kalian semalam sebelumnya. Jangan pernah terlambat datang ke lokasi tes. Sebisa mungkin 30 menit sebelum tes, kalian sudah harus di lokasi. Jangan panik ketika soalnya sulit. Jangan mencontek ke peserta lain. Siapkan diri kalian sebaik mungkin.

6.       Wawancara User
Ini adalah tahap terakhir dari rangkaian seleksi. Skor dalam wawancara user ini akan menentukan kalian diterima atau gugur. Durasi antara tes bahasa inggris dan wawancara ini paling lama di antara yang lain. Ada kurang lebih sebulan saya akhirnya mendapat penggilan dari BNI. Awalnya pesimis. Sebab, satu bulan tanpa kabar bukan waktu yang singkat unuk seorang freshgraduate. Pada hari H, saya diwawancara oleh Pemimpin BNI Cabang Kendari langsung. Pak Warsul Anwar namanya. Beliau asli Bukittinggi, Sumatera Barat. Orangnya tenang dan cerdas. Sampai tulisan ini kalian baca, beliau telah pensiun sejak 2017. Saya ditanya banyak hal soal motivasi bergabung di BNI, wawasan tentang BNI, kesiapan akan tekanan kerja, bagaimana cara bersosialisasi di lingkungan BNI, CV, penelitian skripsi, mata kuliah relevan dari kampus, IPK, asal keluarga, bahkan shalat lima waktu. Pastikan kalian jujur dengan jawaban kalian. Ada pertanyaan jebakan yang menurut saya agak tricky untuk dijawab. Kurang lebih begini kutipan wawancaranya :
Pak Warsul           : “Hmmmm…IPK kamu tinggi ya..jadi kamu ini pintar ?”
(dalam hati saya bergumam, wah jebakan nih)
Saya                       : “Saya tidak pernah merasa pintar pak. Hanya pembelajar, Namun saya tetap akan mengarah kesana”
Tips : Pelajari kembali surat lamaran dan CV yang telah kalian setor ke BNI. Pastikan jawaban kalian sesuai antara di CV dan secara langsung. Sebisa mungkin berikan jawaban diplomatis bila mendapat pertanyaan jebakan seperti contoh di atas. Tampillah se menarik mungkin tanpa berlebihan. Berikan versi terbaik dari diri kalian. Jujurlah berpikir dan berbicara. Duduk yang tegak. Selalu rileks. Jangan cemberut. Jangan lupa ketuk pintu, izin duduk dan ucapan terima kasih ke pewawancara apabila telah selesai.

Wawancara 20 menit telah selesai. Saya izin pamit dan pulang. Seminggu kemudian pada awal februari 2015 berderinglah handphone saya. Alhamdulillah BNI menginfokan saya diterima sebagai ADP Batch 2 2014. Diminta untuk datang ke Kantor Cabang dan membawa beberapa berkas untuk selanjutnya dikirim ke Makassar untuk mengikuti pendidikan selama sebulan bersama delapan orang se Cabang Kendari yang dinyatakan diterima. Jumlah kami semua ber sembilan.

Di atas semua adalah proses seleksi yang saya ikuti di BNI Cabang Kendari Wilayah Makassar pada akhir tahun 2014 sampai awal 2015. Kebijakan seleksi setiap cabang maupun wilayah berbeda-beda. Jangan kaget jika ada seleksi yang mungkin dihilangkan atau ditambah berdasarkan pengalaman saya di atas.

Dalam setiap tahapan seleksi, jangan lupa berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. Jika kalian muslim, jangan lalai shalat lima waktu, perbanyak shalat sunnah, sedekah, dan puasa sunnah. Allah tahu kok yang mana yang terbaik untuk kita. Waktu itu saya tidak pernah terobsesi kerja di BNI, sebab tujuan saya awalnya ingin berkarir di NGO Internasional seperti Oxfam, UN atau sejenisnya. Hanya saja selain menebar jala di banyak kesempatan karir, sekaligus latihan seleksi sebanyak mungkin. Semakin banyak seleksi yang saya ikuti, makin banyak pula khasanah wawasan terhadap seleksi rekrutmen perusahaan/organisasi. Jika lulus adalah bonus, kalau gagal tetap kita belajar. Janganlah takut mencoba. Berikan versi terbaik diri kalian. Lulus dan diterima bekerja di BNI bukanlah segala-galanya.

Daerah Istimewa Yogyakarta

Comments

  1. As stated by Stanford Medical, It is in fact the one and ONLY reason this country's women get to live 10 years more and weigh on average 19 KG lighter than we do.

    (And by the way, it has totally NOTHING to do with genetics or some hard exercise and really, EVERYTHING about "HOW" they eat.)

    BTW, What I said is "HOW", and not "what"...

    Tap this link to uncover if this easy quiz can help you unlock your true weight loss potential

    ReplyDelete

Post a Comment