7 Tips Dapat Kerja Cepat Setelah Lulus Kuliah (1)

Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh



Selamat datang pembaca ! Saya mau berbagi pengalaman nih tentang kiat agar fresh graduate lebih cepat mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. 




Memperoleh pekerjaan memang menjadi dambaan setiap mahasiswa selepas wisuda. Tingginya persaingan dan minimnya lapangan pekerjaan membuat fresh graduate umumnya kesulitan mendapat pekerjaan. Berkaca dari pengalaman pribadi, proses mencari kerja, seleksi sampai diterima merupakan hal yang gampang-gampang sulit dan tricky. Namun, saya mengerti menjadi pengangguran juga bukan hal yang mudah. Apalagi, umumnya masyarakat kita melihat pengangguran dengan sebelah mata. Oke, tanpa berlama-lama ini dia tipsnya :




#1 Lakukan Pencarian Kerja Secepat Mungkin




Umumnya, fresh graduate mencari kerja setelah wisuda. Hal ini saya kurang setuju. Untuk mendapat pekerjaan lebih cepat, kita perlu start lebih awal. Toh mencari pekerjaan adalah kompetisi tanpa aturan. Sebaiknya lakukan saat kalian telah yudisium ataupun dalam proses penyusunan skripsi. Dalam beberapa kasus, perusahaan menerima fresh graduate yang telah di yudisium namun belum wisuda. Tapi jangan lupa perkirakan waktu wisudanya ya. 

Saya sendiri memulai pencarian kerja saat penyusunan skripsi. Lebih tepatnya pada persiapan ujian akhir. Jadi, sambil merevisi tugas akhir, saya selalu menyempatkan waktu minimal tiga jam sehari mencari pekerjaan. Tiga jam itu saya alokasikan untuk mempersiapkan berkas lamaran, revisi CV, mengantar lamaran, apply pekerjaan via website, dll. Hasilnya, Alhamdulillah kurang dari sebulan pasca diwisuda, saya telah mendapat panggilan untuk tanda tangan perjanjian kontrak kerja. Mengingat proses seleksi di satu perusahaan yang berbeda-beda dan butuh waktu berbulan-bulan, melamar kerja lebih awal akan menjadi keuntungan buat kalian.




#2 Tebar Jala Yang Banyak

Jala yang saya maksud bukan jala untuk menjaring ikan ya. Hanyalah perumpamaan kok. Melamar kerja itu seperti halnya menjual sebuah jasa. Namun bedanya, yang kita jual adalah kualitas diri dan kemampuan kita ke perusahaan/instansi. Banyak teman-teman semasa kampus membuat lamaran hanya pada saat informasi pembukaan lowongan kerja di satu perusahaan terbuka. Padahal, di luar itu ada baaanyaaaak sekali peluang yang bisa diraih.  

Pertama, jika ada job fair di kota kalian, jangan malu untuk datang dan apply ke beberapa boot perusahaan disana. Kedua, buka laptop atau gadget kalian. Mulailah browsing lowongan pekerjaan di perusahaan impian kalian maupun website perantara seperti jobstreet, qerja, dan lain-lain. Ketiga, sering-sering melihat papan pengumuman di kampus ataupun tempat-tempat umum, serta web resminya. Biasanya lowongan pekerjaan paling sering dipublish disana. Keempat, datang ke perusahaan-perusahaan yang ada di kota kalian. Titip CV dan lamaran kalian untuk bagian SDM ataupun minimal ke satpamnya. Kalaupun mereka tidak membuka lowongan, peluang kalian dipanggil untuk seleksi cukup besar, sebab bagian SDM terkadang tidak ingin repot screening aplikasi yang banyak. Berkas lamaran kalian bisa sangat berguna disana. 

Saya sendiri mempersiapkan dua rim kertas, ratusan lembar map untuk melamar ke beberapa perusahaan saat itu. Ada sekitar 50 perusahaan yang saya datangi hanya untuk sekedar 'titip berkas' walaupun belum membuka lowongan. Selain itu, tak kurang dari 200 pekerjaan telah saya apply di jobstreet dan website-website resmi perusahaan. Saya meyakini, bahwa semakin banyak dan lebih cepat kita mencoba, semakin besar peluang kita untuk berhasil. Alhamdulillah dari ratusan lamaran yang telah saya buat, empat perusahaan memanggil saya untuk berkarir bersama mereka. 1 perusahaan konsultan manajemen di Jakarta, 1 perusahaan asuransi, 1 bank swasta, dan 1 bank BUMN.





#3 Perbarui Aplikasi Lamaran Kalian





Persiapkan aplikasi lamaran kalian sebaik mungkin. Umumnya, aplikasi lamaran terdiri dari beberapa berkas seperti :

a) Curriculum Vitae/Daftar Riwayat Hidup. Usahakan membuat CV hanya satu halaman saja. Detailkan aktivitas dan prestasi relevan kalian. Beri kata kerja dalam deskripsi keberhasilan atau project yang sukses dilakukan. Hindari membuat CV yang panjangnya lebih dari satu halaman, warna-warni, dan banyak gambar-gambar (kecuali untuk job designer, dsb). Jangan menggunakan format umum yang dijual di toko ATK, kecuali perusahaan/instansinya meminta. Ini berguna saat screening aplikasi oleh bagian SDM perusahaan. Mereka menerima ratusan CV yang berbeda-beda. Buat mereka terkesan dengan CV kalian yang singkat, padat dan jelas. Itu tanda bahwa kalian profesional dan siap bekerja.

b) Surat lamaran. Sebelumnya, kalian harus paham detail Job Description yang akan kalian lamar. Baca juga sejarah dan budaya dari perusahaan tersebut. Dalam beberapa interview, perusahaan senang dengan calon karyawan yang paham dengan wawasan tersebut. Hubungkan dengan diri kalian. Hindari membuat surat lamaran yang sangat umum. Deskripsikan keinginan kalian melamar di perusahaan tersebut dengan mengaitkan pencapaian kalian atau mata-mata kuliah yang relevan. Jangan mengulang informasi yang sama seperti di CV. Sebaliknya, isi tentang pengalaman-pengalaman kalian yang tidak dimasukkan dalam CV namun tetap relevan di perusahaan.

c) Ijazah. Biasanya yang diminta fotocopy dan legalisir dengan cap basah. Sediakan minimal 50 lembar.

d) Transkrip Nilai. Sama. Sediakan minimal 50 lembar fotocopy dan legalisir cap basah.

e) Foto. Buat dan cetak pas foto kalian. Mulai dari berwarna (biru atau merah) serta hitam putih. Cetak dengan ukuran setengah badan maupun full badan. Cetak minimal 20 lembar untuk masing-masing ukuran 2x3, 3x4, dan 4x6.

f) SKCK. Beberapa perusahaan memang meminta, tidak ada salahnya kalian persiapkan sejak awal.

g) Sertifikat. Siapkan copy asli sertifikat-sertifikat kalian minimal 50 lembar. Mulai dari TOEFL/IELTS (saya sangat rekomendasikan), pengalaman organisasi, seminar, workshop, dll.

h) KTP dan Kartu Keluarga. Jangan lupa di copy yang banyak. Jika sempat, boleh dilegalisir dan cap basah di kantor catatan sipil setempat.

h) Sisanya opsional ya. Tergantung kebijakan perusahaan/instansi masing-masing.  





Nomor 4 sampai 7 lanjut ke bagian (2) yaa....(BERSAMBUNG)


Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Alam Nashrul S


Sumber Gambar :

https://pixabay.com/photos/office-notes-notepad-entrepreneur-620817/
https://pixabay.com/photos/hiring-recruitment-career-business-2575036/

https://pixabay.com/photos/bulletin-board-laptop-computer-3233653/
https://pixabay.com/photos/graduation-graduation-day-2038864/

Comments