Pengalaman Sebagai AO Lending di Bank Panin

Selamat datang pembaca !

Bekerja di bank memang impian bagi kebanyakan fresh graduate. Entah kenapa survei selalu memberi angka yang tinggi pada bank dari segi destinasi tujuan fresh graduate. Mungkin saja turnover pegawai bank di Indonesia tinggi. Mungkin juga bank masih menjadi tempat menarik untuk memulai karir. Bekerja di Bank sebenarnya bukan tujuan utama saya. Saya saat itu ingin sekali bekerja di AIP PRISMA. Sebuah NGO kerjasama antara Pemerintah Indonesia via Bappenas dan Pemerintah Australia. Sayang, belum rezeki.

Saya sangat beruntung diterima di dua bank sekaligus, swasta dan BUMN beberapa bulan sejak di Wisuda. Kalian juga bisa kok dapat kerja cepat setelah wisuda, kalian bisa baca tulisan saya sebelumnya DISINI dan DISINI. Kali ini saya ingin bercerita tentang Bank Panin. Jangan kaget kalau saya bekerja disana hanya seminggu ya.

Bank Panin adalah salah salah satu bank swasta dengan ratusan kantor di Indonesia. Bank ini berdiri pada tahun 1971 yang merupakan hasil gabungan Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia. Bank ini juga telah melebarkan sayapnya ke perusahaan pembiayaan, asuransi, dan bank syariah.

Mendaftar di Bank Panin awalnya bukan menjadi tujuan utama. Saya hanya kebetulan dapat informasi dari teman kalau ada boot Bank Panin di sebuah Job Fair. Iseng lihat, ternyata lowongan yang dibutuhkan ada banyak. Teller, Customer Service, Account Officer Funding, dan Account Officer Lending. Bagi kalian yang belum tahu tentang Account Officer, saya jelaskan sedikit ya. Account Officer adalah pegawai bank yang bertugas mencari nasabah, mengelola portofolio DPK, menilai, mengevaluasi dan mengusulkan nilai kredit yang pantas diberikan ke nasabah tersebut. Di beberapa bank penyebutannya beraneka ragam. Ada mantri, AO, Relationship Manager (RM), dan lain-lain. Tapi, secara tugas hampir-hampir mirip.

Berangkat lah saya membawa kelengkapan berkas yang dibutuhkan ke Kantor Cabang Bank Panin. Saat itu saya melamar sebagai AO Lending. Tugasnya ? Mencari nasabah yang butuh kredit, menganalisis usulan kreditnya, menyusun perjanjian kredit, dan memantau lalu lintas penyetoran angsurannya apabila kreditnya disetujui. Saya lebih memilih AO Lending sebab saya melihat ada keseimbangan tempat kerja disana. Kita tidak melulu duduk di kantor, tapi sering juga berkunjung ke rumah dan tempat usaha calon debitur. Dibanding Teller dan Customer Service, saya lihat pekerjaan AO cukup menarik.

Menyetor berkas di Bank Panin saat itu relatif cepat. Tak ada antrian yang cukup panjang dari para pelamar di kantornya. Kurang lebih dua minggu kemudian, saya ditelpon Panin untuk datang ke mengikuti tes Pengetahuan Umum dan Wawancara. Yang datang saat itu entah kenapa sedikit sekali, hanya lima orang pelamar. Saya datang jam 9 pagi. Saya diminta menunggu di ruang rapat. Kemudian, datanglah pegawai SDM memberi kami beberapa lembar kertas soal ujian dan biodata yang harus diisi. Selama hampir 30 menit setelah mengisi jawaban, saya selesai. Setelah ujian tes pengetahuan umum, saya dan pelamar lain di wawancara oleh seorang pegawai yang cukup senior. Jabatannya kalo tidak salah Funding Manager. Saya ditanya tentang motivasi bekerja di Panin, apa saja tugas AO, siap tidak dengan targetnya, dan hal hal normal lain lah. Setelah itu saya pulang sambil menunggu panggilan selanjutnya. Sekitar seminggu kemudian, Panin telepon. Alhamdulillah. Mereka meminta saya mengikuti tes potensi akademik (TPA) di salah satu kantor konsultan HR. Saya setuju. Datanglah saya ke kantor konsultan HR mereka. Tempatnya bukan seperti kantor, hanyalah rumah pada umumnya. TPA nya saat itu kalau tidak salah adalah TPA yang dibuat oleh Universitas Indonesia. Soalnya bermacam-macam. Ada tes verbal, numerikal, logika, tes gambar, tes koran, dan lan sebagainya. Yang datang tes hanya tiga orang. Dan ternyata tiga orang termasuk saya lulus semua dengan job yang berbeda-beda. Seminggu setelah TPA, dipanggillah saya untuk menandatangani perjanjian kerja. Saya dijelaskan tentang peraturan kerja, gaji, dan lain-lain. Senang sekali saat itu. Label sebagai fresh graduate akan saya tinggalkan. Saya tanda tangan surat perjanjian kerjanya. Deal. Mulai lah saya hunting kemeja kantor, celana, dasi, dan sepatu pantofel.

Hari pertama kerja saya lumayan deg-degan. Diperkenalkan lah saya dan beberapa teman yang lulus di departemen lain dalam satu pertemuan setiap senin pagi. Yang saya suka dari Bank Panin adalah anti kekakuannya. Kita meeting mingguan bukan di ruang rapat. Melainkan duduk di sekitaran meja kerja. Ada juga yang berdiri. Supervisornya di tengah. Santai sekali. Ia memberi arahan, meminta feedback, dan ya memperkenalkan kami. Sebagai AO, dapatlah juga saya satu buah meja dan kelengkapan ATKnya. Bangga sekali saat itu. Bagi saya yang seorang fresh graduate, inilah arti kesuksesan sesungguhnya. Haha. Kerjaan sebagai anak baru relatif sedikit. Saya cuman diminta untuk menganalisa rekening koran beberapa calon debitur, mempelajari salinan usulan kredit, ikutan beberapa AO senior lain OTS. OTS itu on the spot, jadi semacam turun ke rumah/lokasi usaha calon debitur dan wawancara-wawancara lah. 

Waktu itu senior AO orangnya baik-baik. Ada banyak tipe sesungguhnya. Mulai dari yang santai sampai serius ada semua. Ngobrol-ngobrol sama mereka kebanyakan hal-hal lucu saja. Jarang ngobrol serius. Supervisor saya juga memberi pesan kalau saya kerja yang baik dulu. Sebulan setelahnya bakalan dapat pelatihan sebulan di Jakarta untuk dikukuhkan sebagai AO definitif. Oke saya terima.

Bekerja di Panin selalu tepat waktu. Berangkat dari rumah jam 7 pagi. Masuk kantor jam setengah 8. Pulangnya jam 5 atau setengah 6. Saat itu Panin tergolong lebih santai. Namun, keberuntungan selanjutnya justru datang setelah seminggu bekerja di Panin. BNI menelepon.



Sulawesi Tenggara

Comments

  1. According to Stanford Medical, It's indeed the one and ONLY reason this country's women get to live 10 years longer and weigh 19 KG lighter than us.

    (And by the way, it has totally NOTHING to do with genetics or some secret diet and EVERYTHING to do with "how" they eat.)

    P.S, What I said is "HOW", not "what"...

    Click on this link to determine if this short test can help you discover your true weight loss possibility

    ReplyDelete

Post a Comment